EVOLUSI SIMBOLIK DALAM TRADISI NGANTAR JADAH: ANALISIS PERUBAHAN BUDAYA DI DUSUN LUBUK LANDAI, JAMBI
Abstract
Tradisi Ngantar Jadah merupakan salah satu kearifan lokal dalam siklus hidup
(life cycle) masyarakat Dusun Lubuk Landai, Jambi, yang berfungsi sebagai
perekat silaturahmi pasca-pernikahan. Dalam perkembangannya, tradisi ini
mengalami pergeseran pada aspek simboliknya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji makna, prosesi, dan perkembangan tradisi Ngantar Jadah dengan
perspektif teori evolusi kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngantar Jadah adalah
tradisi mengantar kue dudol kepada keluarga kedua mempelai yang bermakna
sebagai penyambung tali silaturahmi. Inti tradisi ini tetap lestari, namun terjadi
evolusi pada atribut simboliknya. Penggunaan pakaian adat seperti jas dan kain
tajung pada mempelai pria telah bergeser kepada pakaian formal yang lebih
praktis seperti batik atau kemeja. Pergeseran ini dipicu oleh faktor adaptasi
terhadap zaman, kelangkaan benda budaya, dan perubahan gaya hidup generasi
milenial yang mengutamakan kepraktisan. Studi ini menyimpulkan bahwa
perubahan pada tradisi Ngantar Jadah merupakan bentuk evolusi budaya yang
adaptif. Meskipun unsur simboliknya berubah, nilai inti tradisi
yaitu silaturahmi tetap bertahan dan tidak tergantikan, menunjukkan ketahanan
budaya lokal dalam merespons modernitas

