KHUTBAH AYYAM (ARAB) DI MASJID RAYA PUCUNG ANAM DI NAGARI TANDIKEK SELATAN KECAMATAN PATAMUAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN (TAHUN 1992 – 2024)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, tata cara pelaksanaan, serta dinamika pemahaman masyarakat terhadap tradisi Khutbah Ayyam di Masjid Raya Pucung Anam, Nagari Tandikek Selatan, Kabupaten Padang Pariaman. Khutbah Ayyam, yang merupakan khutbah Jumat berbahasa Arab dengan naskah tetap dan atribut khusus, merupakan warisan ajaran Tarekat Syattariyah yang telah berakar sejak abad ke-18. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-naratif, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khutbah Ayyam pertama kali diperkenalkan oleh ulama lokal Katik Sangko dan disempurnakan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan. Pelaksanaannya di Masjid Raya Pucung Anam, yang didirikan tahun 1810, melibatkan atribut khas seperti naskah, sorban, tongkat, dan mimbar, serta dipimpin oleh khatib yang ditunjuk secara khusus. Meskipun mayoritas jamaah tidak memahami isi khutbah secara linguistik, mereka tetap mempertahankannya sebagai identitas keagamaan dan simbol solidaritas sosial. Tradisi ini bertahan karena dianggap orisinal, sakral, dan bebas dari campur tangan urusan duniawi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Khutbah Ayyam bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pula manifestasi dari akulturasi antara Islam normatif dengan budaya lokal Minangkabau yang terus hidup dan lestari.

