BIOGRAFI H. MUHAMMAD THAHER: PENJAGA ADAT DAN AGAMA DARI BUNGO (1980-2010)

  • M Tahpiz UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Biografi, H. Muhammad Taher, Kabupaten Bungo, Adat, Tokoh,

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan biografi dan peranan H. Muhammad Taher dalam melestarikan adat istiadat di Kabupaten Bungo pada periode 1980-2010. H. Muhammad Taher adalah seorang tokoh masyarakat yang berpengaruh, yang berperan sebagai penjaga, penasihat, dan pengajar adat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi heuristik (pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan keluarga, sahabat, dan muridnya, serta studi dokumen), kritik sumber (verifikasi data), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan sejarah). Temuan penelitian menunjukkan bahwa H. Muhammad Taher (1911-2017) adalah sosok yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kuat nilai agama dan adat. Pendidikan informal dari ayah kandungnya, H. Abdul Majid, dan ayah angkatnya, Khomarollah, serta pendidikan formal di pesantren “sekolah tujuh” di Tanjung Pasir, Jambi, membentuk kepribadian dan kapasitas keilmuannya. Peran sosialnya sangat kompleks dan multidimensi; selain sebagai Rio (pemimpin adat) sejak 1940, ia juga berperan sebagai Khatib, Imam, Tabib (ahli pengobatan tradisional), dan dikenal memiliki kemampuan olah batin yang langka. Pada periode yang diteliti (1980-2010), peran terbesarnya adalah sebagai Penasihat Lembaga Adat Kabupaten Bungo. Dalam kapasitas ini, ia menjadi rujukan utama dalam penyelesaian berbagai perkara adat, pengambilan keputusan, dan penjaga otentisitas hukum adat. Ia aktif mengajarkan adat baik melalui forum resmi seperti sidang adat maupun secara informal di kediamannya yang selalu terbuka 24 jam. Kontribusi nyatanya termasuk menyelesaikan konflik horizontal besar, seperti pertikaian antar Suku Anak Dalam dan antar kecamatan, serta memberikan sumbangsih pemikiran dalam pemberian nama Kecamatan Muko-Muko Bathin VII yang sarat makna filosofis. Warisan pemikirannya juga tertuang dalam dua buku karyanya, Pedoman Adat Hukum Adat dan Tatacara Dalam Masyarakat dan Tembo Perjalanan Sejarah Keturunan Anak Rajo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah H. Muhammad Taher merupakan tokoh kunci yang berhasil memadukan nilai-nilai syariat Islam dengan hukum adat secara harmonis. Pengabdiannya yang tulus telah memberikan kontribusi yang signifikan dan berkelanjutan bagi pelestarian adat Bungo. Kepergiannya meninggalkan vakum kepemimpinan adat, sekaligus warisan nilai yang patut diteladani oleh generasi penerus.

Published
2025-12-05
How to Cite
M Tahpiz. (2025). BIOGRAFI H. MUHAMMAD THAHER: PENJAGA ADAT DAN AGAMA DARI BUNGO (1980-2010). JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 6(2), 45-56. https://doi.org/10.30631/jambe.v6i2.187