JAGA MALAM MERAJUT KEBERSAMAAN: KONTRIBUSI RONDA MALAM TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS KOMUNITAS MASYARAKAT DESA SIMPANG SUNGAI DUREN
Abstract
Tradisi ronda malam merupakan salah satu bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial. Di banyak daerah, praktik ini mulai memudar, namun di Desa Simpang Sungai Duren, kegiatan ronda malam tetap lestari dan menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi ronda malam terhadap pembentukan identitas komunitas di desa tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ronda malam tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengamanan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang membangun rasa memiliki, solidaritas, dan kepercayaan antarwarga. Melalui kebersamaan dalam jadwal jaga, pembagian tugas, serta percakapan santai di pos ronda, terbentuklah modal sosial yang memperkuat identitas komunitas. Kegiatan ini juga berperan dalam mempertahankan nilai gotong royong dan membangun ingatan kolektif masyarakat terhadap pentingnya persatuan. Penelitian ini menegaskan bahwa ronda malam di Desa Simpang Sungai Duren adalah praktik sosial yang memiliki peran strategis dalam merajut kebersamaan sekaligus memperkuat identitas komunitas. Pelestariannya menjadi penting tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk keberlanjutan nilai-nilai sosial budaya masyarakat.

